Kamis, 19 April 2012

Sang petangguh

Entah kenapa tiba tiba saya ingin sekali menulis blog…


 Seperti banyak sekali yang ingin saya tuangkan melalui percikan kata.. 


Walau saya tahu saya bukan penulis yang baik, namun ada masa di mana apa yang tertumpuk di kepala dan hati lebih baik dicurahkan melalui tulisan…


 Tulisan ini saya ilhami dari teman saya, teman yang walau baru kenal beberapa waktu namun kebersamaan kami sudah seperti keluarga yang kenal bertahun tahun… 


Trima kasih kamu..yang sudah berjasa menjadi jembatan penghubung perkenalan saya dengan mereka..teman yang sesungguhnya teman…Dan Tuhan yang sudah perlahan menjawab doa saya tiap malam ..:)


 Ada sepasang suami istri yang saling mencintai…
 Keduanya adalah teman saya..saya sudah menganggap mereka seperti kakak saya sendiri… 
Saya sangat menyukai keharmonisan dan kehangatan mereka..
 Yang menjadi salah satu bumbu bumbu keintiman mereka… 
Terkadang saya menjadi sangat iri sekali dibuatnya… 
Namun dibalik itu semua, terselip dilemma… 
Sang wanita yang saya ketahui mempunyai kehidupan yang bisa dibilang rumit dan penuh dengan cobaan…


 Saya bisa bilang dia adalah seorang “ wanita petangguh “ berapa banyak orang yang sanggup diberikan cobaan beruntun seperti itu…saya pun rasanya seperti tidak sanggup.. 
Namun..setangguh apapun orang pasti ada dimana dia tidak akan sanggup selamanya bertahan…
ibarat luka dihempas..luka yang belum sembuh datang lagi disayat sayat dengan perihnya…



Sehingga terjadi akumulasi penumpukan dalam psikologisnya yang menyebabkan dia mempunyai some kind of “ Histeria Disease “
Dan lagi dia tetaplah seorang wanita…
Setangguh tangguhnya dia..tetap membutuhkan sesosok pria yang bisa mengayomi dan memberikan dia kekuatan…

Namun sayangnya hal tersebut tidak bisa dia dapatkan dari sosok pria yang mendampinginnya ….
Sementara sang pria masih terlalu bingung..atau entah apalah saya juga bingung menyebutnya apa…
Mungkin “ Awareness “ nya kurang sama hal ini..

Sehingga terjadilah cekcok yang menjadi bom waktu yang perlahan namun bisa membunuh dengan kejam,..
Dan pada malam ini saya menjadi saksi salah satu momen yang entah bisa dibilang klimaks atau apalah.,.

Tentang mereka berdua yang menjadi sedemikian rupa..
menjadi semakin dingin...
sang wanita tidak bisa berkata apa apa...
hanya bisa menangis sejadi jadinya... :(

dia sudah di ambang batas kesabarannya
padahal baru saja sang wanita tengah mengandung anak mereka...

ketangguhannya sudah di ambang batas...
dan saya sebagai teman miris melihatnya...
doa saya tuhan jangan pisahkan mereka...

semoga mereka bisa melewati masa transisi ini...

  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar