Selasa, 02 April 2013

Efek Negatif dari kisah Fairy Tale dalam Drama Korea


Source from : Beyondhallyu.com
Translated & Interpertation By : Tria




“You’re cute. Every now and then. There’re also times when you’re beautiful. From time to time. But…Why do I like you?” – Baek Seung-Jo in Playful Kis


Satu dari hal yang sama kita bisa jumpai di Drakor bercerita tentang seorang wanita polos dan baik hati yang di jajah oleh cowok cool dari keluarga borjuis. Si cowok ini biasanya sangat kejam dan memperlakukan sang cewek dengan semena mena. Tapi seiring dengan berjalannya waktu si cowok bakalan melting dengan kebaikan hati dan kepolosan sang cewek, Endingnya bisa di tebak sekali bahwa si cowok akan jatuh cinta dan mereka hidup bahagia..

Beberapa faktor bekerja dengan baik dan membuat hal ini menjadi tetap ada di drakor. Drama korea harus memisahkan si pasangan dalam beberapa saat melalui serangkain intrik sebelum kembali bersama. Si pemeran utama cowok yang kejam mampu membuat emotional para penonton dan pada akhirnya mengiring pada ending terakhir dari drama dengan perubahan sikap dan perkembangan hubungan cinta mereka.

Bagaimanapun kisah klasik fairy tale ini punya efek yang sangat membahayakan, Hal ini menjadi stigma bahwa seburuk apapun seorang cowok memperlakukanmu, jika kita tetap sabar dan selalu baik maka dia akan berubah dan mencintaimu dengan sepenuh hati ( cuih! ). Tapi dalam kenyataan hidup tentu saja ini sangat salah!!. Satu dari hal umum yang terjadi dalam "kekerasan dalam hubungan" yakni keyakinan untuk bertahan demi bisa merubah dia menjadi yang lebih baik.. Banyak nih korban dari KDH ( kekerasan dalam hubungan ) ( termasuk gue sendiri pernah ngalamin) sadar betul kelakuan pasangan kita itu buruk bakal percaya bahwa dengan terus berbuat baik dan bersabar maka si cowok bakal berubah kayak meong ( weekss ). Tidak seperti di TV si cowok tukang penyiksa ga akan berhenti menyiksa,...walau dia ga menyiksa secara fisik kebanyakan terus menyiksa secara batiniah. Ini berarti drakor secara sadar merubah dan meracuni lebih banyak wanita muda untuk terus terjerat dalam lubang "kebodohan" terus menerus.

Apa yang menjadi (mungkin) bagian paling mengganggu dari Drakor ini adalah kecenderungan untuk menjernihkan pembenaran terhadap perilaku kekerasan dalam hubungan. Sementara si pemeran wanita biasa menyebut si pria dengan sebutan "manja", "arrogant", atau "kejam" , tidak ada yang mengarah ke hal yang menegaskan bahwa perilaku si pria cenderung menyiksa, memaksa dan berbahaya. Contoh bagus yang busa kita ambil dari dari Goo Joon Pyo dalam " Boys Over Flowers" salah satu drama popiler korea yang menggunakan hal ini. Di episode pembuka Joon Pyo dkk mengintimidasi seorang siswa untuk mencoba bunuh diri. Saat pemeran utama wanita Jan-Di berusaha membela, maka dia akan jadi target selanjutnya. Sang pemeran wanita mengalami bermacam siksaan dari tipu muslihat ala anak - anak seperti mengisi kolam renang dengan sampah dan dengan sangat gembiranya Joon Pyo menonton si cewek membersihkan kolam lewat kamera sekuriti, bahkan Joon Pyo tidak segan segan meminta bala bantuan untuk menyiksa Jan Di. Kemudian 3 murid berusaha untuk melakukan penyerangan seksual atas suruhan Joon Pyo dengan tujuan untuk menakut nakuti. Kelakuan buruk Joon Pyo  merupakan hasil dari didikan yang buruk. Kekejaman dia berkurang karena kebaikan hati Jan Di. Ide dari jenis perilaku kekejaman ini tidak akan pernah berujung pada hubungan yang sehat malah cenderung berbahaya. Kelakuan Joon Pyo banyak menunjukan tanda dari adanya kekerasan dalam hubungan.
Yoo Seung-Ho as Kang Hyung-Jun in MBC’s “I Miss You.”

Seharusnya media adalah jembatan kita untuk belajar mengenai dunia dan budaya. Saat pemandangan akan kekerasan ditunjukan dan kekerasan yang berujung pada cinta sejati, kesimpulan apa yang bisa kita dapat dari generasi muda? ?? Joon Pyo tidak sendirian, Banyak Drakor yang normalnya menguntit cerita yang sama seperti "secret garden". " Cheongdamdong Alice" Cha Seung Jo ( Park Si Hoo ) bahkan menakuti pacarnya Se - kyung ( Moon Geun Young ).  "Playfull kiss" yang mendorong wanita untuk bertingkah dingin dan secara emosional menyiksa pria.  Dan ada satu lagi nih melodrama yang punya banyak fans " I Miss U" berharap Lee Soo Yeon ( Yoo Eun Hye) tetap bersama Harry Borrison ( Yoo Seung Ho) disamping karakter Harry yang cenderung selalu merasa bersalah yang berujung pada penyiksaan fisik. Fans pun menyadarinya bahkan kelakuannya salah namun terlalu tenggelan dalam emosi yang disajikan dalam drama.

Karakter utama cowo yang mempermalukan protagonis wanita, merendahkan, bilang bahwa bodoh, meremehkan dan bilang bahwa si cewek tidak cantik. Apakah pria macam ini yang diinginkan wanita untuk bersama?? Hubungan percintaan yang disajikan di TV mau kita suka atau tidak didominasi oleh generasi muda sebagai contoh seperti apa hubungan yang seharusnya. Inti Pesan yang ingin disampaikan oleh drama korea sangat sangat beracun dan berbahaya!!


Hal ini merupakan problem di media korea, bagaimanapun kekerasan dalam hubungan adalah hal lazim yang disajikan dan popularitas drama korea yang terpicu karenanya. Yang bisa kita lihat dari drama "I Miss You" bahwa drama punya kekuatan untuk membentuk persepsi lain dari kekerasan dalam hubungan, fans harus bijak dan sadar akan hal ini serta efek yang bisa ditimbulkan.


-----------------------------------------------------+++++++++++++++++++++++--------------------------------------------------------------

My Own Opinion :
 well sebagai penikmat drakor gw memang dari awal rada risih dengan kekerasan yang sering ditampilkan dalam drakor. sejak jaman BBF gw bahkan udah sering  protes dengan sikap kejamnya Joon Pyo dan berpikir tu cewe bego bener mau aja disiksa kayak gitu..klo gw sih udah laporin ke pihak sekolah ga peduli orangnya mau secakep apa..Drama korea memang menyajikan banyak fantasy yang bisa meracuni otak seluruh dunia terutama kaum wanita ( tak terkecuali pun gw ) untuk tenggelam dalam nuansa romantisnya. kita sebagai cewe jadi berkhayal tingkat tinggi ingin diperlakukan romantis seperti adegan di drama, but back to reality,, it's just a drama fellas!! ~nyatanya hal ini pun membentuk stigma baru bahwa cowo cowo korea itu romantis!! gyahahah ~~ nyatanya semuanya balik lagi ke individunya. Hal yang ditampilkan di TV hanyalah kamuflase belaka dan tidak mewakili keadaan sebenarnya. Gw pun udah coba investigasi sama temen temen di korea sana dan mereka cuma ketawa ngakak bilang bahwa kalian semua udah kena doktrinisasi dari media korea ya?? ( aseemm ) :))
Tapi sebagai penonton yang bijak kita juga harus pintar2 memilih drakor yang layak ditonton..untung gw orangnya pemilih jadi ga semua drakor gw tonton.. apalagi yang crtanya standar dan terlalu komik kayak To The Beautiful You / Salamander Guru even yang main Minhoo tapi gw lebih milih ntn gaksital / Bridal Mask yang ceritanya berat tapi berbobot dan paket komplit dari sejarah,percintaan dll
pilihlah drakor yang mendidik kayak King 2 hearts ceilee ( promosii ), atau Moon Embraces The Sun... atau klo mau yang komedi romantis dewasa kayak A Gentelman Dignity itu bagus karena dia sarat akan pesan persahabatan dan percintaan ala orang dewasa..:)









  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar